
Sinkhole Limapuluh Kota: Unik Atau Justru Berbahaya?
Sinkhole Limapuluh Kota: Unik Atau Justru Berbahaya Yang Menjadi Perbincangan Hangat Akan Fenomena Tersebut. Kemunculan Sinkhole Limapuluh Kota di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Tentu yang langsung menarik perhatian banyak pihak. Fenomena alam yang biasanya identik dengan kawasan batu gamping ini justru muncul di wilayah dengan karakter geologi berbeda. Tak heran, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung untuk melakukan kaji cepat. Dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Hasilnya cukup mengejutkan. Sinkhole Limapuluh Kota ini di nilai tidak biasa dan bahkan disebut unik oleh para ahli. Di balik tampilannya yang mencolok, terdapat proses geologi kompleks yang jarang di temukan. Temuan ini bukan hanya menarik secara ilmiah. Akan tetapi juga penting untuk di pahami masyarakat agar potensi risikonya bisa di antisipasi sejak dini.
Sinkhole Situjuah Masuk Kategori Unik Menurut Badan Geologi
Fakta pertama yang mencuat adalah penilaian Sinkhole Situjuah Masuk Kategori Unik Menurut Badan Geologi. Ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, menjelaskan bahwa dari hasil kaji cepat yang dilakukan pada Jumat (9/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026). Dan karakter sinkhole ini berbeda dari kebanyakan kasus serupa di Indonesia. Umumnya, sinkhole terbentuk di wilayah batu gamping atau kawasan kars akibat pelarutan batuan oleh air dalam jangka waktu lama. Namun, sinkhole di Limapuluh Kota tidak berkembang di batu gamping. Inilah yang membuatnya masuk kategori pseudokarst atau kars semu. Pseudokarst berarti bentuk lahannya menyerupai kars, tetapi proses pembentukannya tidak melibatkan pelarutan batu gamping. Dengan kata lain, meski tampilannya mirip sinkhole pada umumnya, mekanisme geologinya sama sekali berbeda. Fakta ini menjadikan sinkhole Situjuah sebagai fenomena langka yang jarang di jumpai.
Peran Sungai Bawah Tanah Dan Erosi Buluh
Fakta menarik berikutnya terletak pada Peran Sungai Bawah Tanah Dan Erosi Buluh. Badan Geologi menemukan adanya sungai bawah tanah yang mengalir di dalam material vulkanik. Sungai inilah yang berperan besar dalam menciptakan rongga di bawah permukaan tanah. Proses yang terjadi di kenal sebagai erosi buluh. Dalam mekanisme ini, air yang mengalir di bawah tanah secara perlahan mengikis partikel tanah dari dalam. Seiring waktu, kikisan tersebut membentuk saluran alami menyerupai pipa. Ketika rongga semakin membesar. Dan lapisan atas tidak lagi mampu menopang beban, tanah pun amblas dan membentuk sinkhole.
Transisi dari proses bawah tanah yang tak terlihat hingga munculnya lubang besar di permukaan inilah yang sering membuat masyarakat terkejut. Padahal, proses tersebut bisa berlangsung lama tanpa tanda-tanda mencolok. Oleh karena itu, keberadaan sungai bawah tanah menjadi faktor kunci yang membedakan sinkhole ini dari kasus-kasus lain. Selain itu, kondisi geologi vulkanik di wilayah tersebut turut memengaruhi kecepatan. Dan pola pembentukan rongga. Kombinasi material tanah, aliran air, dan gaya gravitasi. Kemudian menciptakan kondisi yang memungkinkan terbentuknya sinkhole pseudokarst ini.
Fenomena Air Biru Mirip Cenote Dan Tingkat Keamanannya
Fakta ketiga yang tak kalah mencuri perhatian adalah Fenomena Air Biru Mirip Cenote Dan Tingkat Keamanannya. Warna ini terlihat kontras dan memunculkan kesan eksotis. Sehingga mengingatkan pada fenomena cenote yang biasa di temukan di kawasan kars seperti Meksiko. Dalam bentang alam kars, cenote adalah lubang alami berisi air dengan warna biru kehijauan yang terbentuk akibat runtuhan atap gua. Meski sinkhole di Limapuluh Kota bukan kars sejati. Dan kemunculan air biru ini menunjukkan adanya proses alami yang serupa dari sisi visual. Badan Geologi juga melakukan pengujian kualitas air pada lubang tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa derajat keasaman air berada pada kategori agak asam hingga netral. Artinya, secara kimia air tersebut tidak menunjukkan kondisi ekstrem. Meski demikian, masyarakat tetap di imbau untuk tidak mendekat atau beraktivitas di sekitar sinkhole tanpa pengawasan ahli terkait fenomena Sinkhole Limapuluh Kota.